Sabtu, 09 Februari 2013

Urgensi Konseling Pra- Nikah


KONSELING PRA NIKAH
  1. Selintas Tentang Pernikahan
Pernikahan adalah ikatan sakral yang terjalin di antara laki-laki dan perempuan yang telah memiliki komitmen usntuk saling menyayangi, mengasihi, dan melindungi. Hubungan yang terjadi di antara pasangan dalam sebuah pernikahan, merupakan hal yang paling mendasar . Apabila hubungan yang terjadi di antara pasangan tersebut terjalin dengan baik, maka akan nampak keharmonisan dan kebahagiaan di dalam pernikahan dan hidup berkeluarga yang dijalaninya. Begitu pun sebaliknya, jika dalam memasuki jenjang pernikahan, seseorang belum mampu mempersiapkan dirinya baik secra fisik, mental, spritual, dan finansial, maka diperlukan sekali persiapan – persiapan menuju ke jenjang pernikahan dan hidup berkeluarga.
Sebuah persiapan sangat diperlukan dengan tujuan agar masingmasing pasangan dapat mengetahui, memahami, serta mensikapi nilainilai pernikahan yang merujuk kepada makna dan hikmah pernikahan dalam hidup berkeluarga. Dalam agama nikah ini sangatlah dianjurkan, bahkan diwajibkanbagi mereka yang apabila tidak nikah, cenderung akan melakukan zina. Salah satu anjuran agama, melalui hadist Rasulullah Saw., dikemukakan sebagai berikut. “Wahai para pemuda, siapa saja yang telah sanggup untuk memberi nafkah, hendaklah dia menikah, karena nikah itu merupakan suatu jalan untuk mencegah pandangan (dari hal negatfi) dan lebih memelihara kehormatan”.
Agama menganjurkan atau mewajibkan menikah kepada umatnya, karena nikah mengandung hikmah sebagai berikut : 1) penyaluran nafsu seksual secara benar dan sah ;               2) satu-satunya cara untuk mendapatkan anak atau mengembangkan keturunan secara sah ;   3) untuk memenuhi naluri kebapakan dan keibuan yang dimiliki seseorang dalam melimpahkan kasih sayangnya ; 4) mengembangakan rasa tanggung jawab seseorang yang telah dewasa ; 5) berbagai rasa bertanggungjawab melalui kerjasama yang baik ; 6) mempererat hubungan (tali silaturahmi) antar satu keluarga dengan keluarga lain ; 7) menjaga diri dari keamaksiatan karena terpenuhinya kebutuhan fitrah seks ; 8) memperpanjang usia.            (Dadang Hawari , 2006 : 60 – 65, Suroso Abd. Salam, dkk., 2006 : 165).
Ciri-ciri individu yang memasuki usia dewasa awal dan memiliki sikap positif terhadap pernikahan, dikemukakan sebagai berikut.
a.       Mau mempelajari hal ihwal pernikahan
b.      Meyakini bahwa nikah meruapakan satu-satunya jalan yang mensahkan hubungan sex antara pria dan wanita.
c.       Meyakini bahwa nikah merupakan ajara agama yang sakral (suci) yang tidak boleh dilanggar.
d.      Mau mempersiapkan diri untuk menempuh jenjang pernikahan.
Disamping hikmah pernikahan dan ciri-ciri sikap positif yang perlu dipersiapkan mahasiswa sebagai individu yang sedang berada pada fase usia dewasa awal, maka perlu memahami pula faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam menempuh pernikahan, diantaranya adalah sebagai berikut.
a.       Kematangan fisik (bagi wanita setelah usia 18-20 tahun, bagi pria
b.      usia 25 tahun).
c.       Kesiapan materi (bagi suami diwajibkan memberi nafkah kepada istri)
d.      Kematangan psikis (mampu mengendalikan diri, tidak kekanakkanakan, tidak mudah tersinggung, dan tidak mudah pundung, berkisap mau menerima kehadiran orang lain dalam kehidupannya; mempunyai sikap toleran, bersikat hormat atau mau menghargai orang lain, dan memahami karakteristik pribadi dirinya atau calon istri/suaminya).
e.       Kematangan Moral-Spritual (memiliki pemahaman dan keterampilan dalam masalah agama, sudah bisa dan biasa melaksanakan ajaran agama, terutama shalat dan mengaji kitab suci, dan dapat mengajarkan agama kepada anak).
Sesuai dengan paparan di atas tentang hikmah, ciri-ciri, dan faktor-faktor yang perlu dipahami dalam menghadapi pernikahan, berikut dikemukakan makna hidup berkeluarga yang akan dijalani setelah proses pernikahan berlangsung. Keluarga terbentuk melalui pernikahan. Hidup bersama antara pria dan wanita tidak dapat dikatakan “keluarga”, jika tidak diikat dengan tali pernikahan. Hidup bersama tanpa nikah, orang menamakannya ”samen leven” alias “kumpul kebo”, yang menurut agama haram hukumnya. Hidup berkeluarga adalah hidup bersama antara suami-istri, atau orang tua anak sebagai hasil dari ikatan penikahan.
Dalam hidup berkeluarga itu, ada hak dan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh masing-masing anggotanya. Suami mempunyai kewajiban untuk memberi nafkah dan memberi perawatan dan pendidikan kepada keluarganya. Dia mempunyai hak untuk mendapat penghidmatan yang baik dari istrinya, dan penghormatan dari anaknya. Istri atau ibu mempunyai kewajiban untuk berhidmat kepada suaminya, dan merawat serta mendidik anaknya. Dia pun mempunyai hak untuk mendapat nafkah dari suaminya dan penghormatan dari suami dan anaknya. Anak mempunyai kewajiban untuk menghormati atau mentaati perintah orang tuanya. Dia juga mempunyai hak untuk mendapat perawatan dan pendidikan dari orang tuanya.
Sedangkan ciri-ciri usia dewasa awal yang mempunyai sikap positif terhadap hidup berkeluarga, dikemukakan sebagai berikut.
  1. Mempunyai keinginan mempelajari hal ihwal hidup berkeluarga.
  2. Mau menerima hak dan kewajiban sebagai suami atau istri, atau sebagai orang tua.
  3. Meyakini bahwa hidup berkeluarga merupakan salah satu ibadah kepada Tuhan
  4. Meyakini bahwa dengan hidup berkeluarga masyarakat atau negara itu akan kokoh, sejahtera, aman, tertib, maju , dan bermoral.
(Syamsu Yusuf , 1998 : 42-42).
  1. Pengertian Konseling Pra Nikah
Konseling pranikah (premarital counseling) merupakan upaya untuk membantu calon suami dan calon istri oleh seorang konselor profesional, sehingga mereka dapat berkembang dan mampu memecahkan masalah yang dihadapinya melalui cara-cara yang menghargai,  toleransi dan dengan komunikasi yang penuh pengertian,sehingga tercapai motivasi keluarga,  perkembangan, kemandirian, dan kesejahteraan seluruh anggota keluarga.
Konseling pranikah merupakan prosedur pelatihan berbasis pengetahuan dan keterampilan yang menyediakan informasi mengenai pernikahan yang dapat bermanfaat untuk mempertahankan dan meningkatkan hubungan pasangan yang akan menikah setelah mereka menikah. Konseling pranikah juga dikenal dengan nama program persiapan pernikahan, pendidikan pranikah, konseling edukatif pranikah, dan terapi pranikah. Konseling pranikah diberikan oleh psikolog atau konselor pernikahan.
 Konseling pranikah adalah suatu pola pemberian bantuan yang ditujukan untuk membantu mahasiswa memahami dan mensikapi konsep pernikahan dan hidup berkeluarga berdasarkan tugas-tugas perkembangan dan nilai-nilai keagamaan sebagai rujukan dalam mempersiapkan pernikahan yang mereka harapkan. Inti pelayanan konseling pranikah adalah wawancara konseling, melalui wawancara konseling diharapkan mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan, pemahaman, keterampilan, nilai-nilai dan keyakinan yang kokoh, serta membantu menangani masalah-masalah yang mengganggu mereka menuju pernikahan yang diharapkan.
Konseling pranikah yang dimaksud, dirancang dalam sebuah sistem dengan komponen-komponen dari aspek-aspek konseling yang diidentifikasi secara jelas dan diorganisasikan ke dalam suatu susunan yang dapat meningkatkan keefektifan dan keefesienan suatu pelayanan. Konseling pra nikah dalam makalah ini, akan direalisasikan melalui pendekatan kelompok yang akan dibahas pada bagian berikut.
  1. Tujuan Konseling Pra Nikah
Untuk mengantisipasi hal ini, harus ada semacam konseling pernikahaan.Tujuannya adalah sebagai berikut:
  1. Mempercepat proses berpacaran menuju pelaminan jika pasangan  itu sudah sanggu p.
  2. Pasangan yang berpacaran harus ditumbuhkan kesadaran dan keimanan mereka agar masa pacaran tidak menyimpang dari ajaran agama
  3. Membina masa itu agar menjadi masa kreatif untuk menumbuh kembangkan bakat dan kemampuan masing-masing.
Jadi dapat diambil pemahaman bahwa masa berpacaran yang panjang akan menimbulkan efek yang negatif terhadap masa depan keluarga kelak, seperti adanya kebosanan pada pasangan.  Disamping itu juga menimbulkan dampak dari segi agama seperti berbuat maksiat. Namun dalam hal ini agama melarang kita sebagai manusia mempunyai hak mencintai dan dicintai oleh pasangan kita, cinta adalah anugrah terindah dalam hidup kita bagi yang bisa menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada. Karena dengan cinta, kita akan bahagia dan terasa indah segala hal yang menjadi sulit.Oleh sebab itu kita perlu menjaga karunia tersebut
Tujuan konseling pranikah ialah untuk meningkatkan hubungan sebelum pernikahan sehingga dapat berkembang menjadi hubungan pernikahan yang stabil dan memuaskan. Konseling pranikah akan membekali pasangan dengan kesadaran akan masalah potensial yang dapat terjadi setelah menikah, dan informasi serta sumber daya untuk secara efektif mencegah atau mengatasi masalah-masalah tersebut hingga pada akhirnya dapat menurunkan tingkat ketidakbahagiaan dalam pernikahan dan perceraian.\ Konseling pranikah juga bermanfaat untuk menjembatani harapan-harapan yang dimiliki oleh pasangan terhadap pasangannya dan pernikahan yang mereka inginkan yang belum sempat atau belum bisa dibicarakan sebelumnya dengan dibantu oleh tenaga profesional psikolog/konselor pernikahan.

D.    Manfaat Konseling Pra Nikah
Berikut 11 alasan mengapa pasangan butuh konseling pranikah, menurut pakar hubungan seperti Sue Benskey, Daniel Faust, juga psikolog Dr Jed Diamond.

1. Punya pandangan ke depan.
Dr Diamond mengatakan, saat pasangan merasakan jatuh cinta, kebanyakan tidak memikirkan apa yang akan terjadi ke depan. Mereka fokus pada apa yang terjadi dan dialami saat ini. Menikmati perasaaan jatuh cinta tersebut. Padahal, dengan membicarakan apa yang akan terjadi dalam hubungan ke depan, sebelum menikah, Anda dan pasangan akan lebih siap menghadapi berbagai kesalahpahaman ke depannya.
2. Lebih terarah.
Masih menurut Dr Diamond, pasangan yang memiliki pengetahuan baik mengenai pernikahan akan mendapatkan manfaatnya di kemudian hari. Mereka akan mampu menjalani hubungan lebih baik, dalam lima, 10, 20, 40 tahun ke depan.
3. Tak ada pernikahan yang tak rentan.
Siapa pun butuh saran dan nasehat, tak terkecuali konselor pernikahan berpengalaman 40 tahun seperti Dr Diamond. Jika ia masih merasa butuh saran dan masukan dari orang lain, apalagi orang awam yang tak memiliki pengetahuan mengenai hubungan.
4. Lebih baik dari konseling pascamenikah.
Setelah menikah Anda dan pasangan menemukan ketidakcocokan, lantas memutuskan bercerai. Sebelumnya Anda melewati tahapan konseling pernikahan. Kemungkinan ini bisa diperkecil kalau Anda dan pasangan telah lebih dahulu melewati tahapan konsultasi sebelum memasuki jenjang pernikahan.
5. Mempermudah penyatuan visi.
Dua pribadi yang berbeda dan unik akan bersatu dalam pernikahan. Setiap pribadi memiliki cara pandang masing-masing, dan memungkinkan menghadapi pertentangan.
Menurut Benskey, pasangan penting untuk mengklarifikasikan ekspektasi masing-masing mengenai pernikahan. Pasangan, sebelum menikah, juga butuh menjelaskan visinya masing-masing, termasuk apa yang diyakininya dan rencananya saat nanti menikah. Konseling pranikah membantu Anda dan pasangan untuk mengindentifikasikan visi dan menyatukannya, sebelum akhirnya menjalani hidup bersama.

6. Membantu memahami keluarga pasangan.
Ketika menikah, Anda berkomitmen untuk juga menikahi keluarga pasangan. Anda perlu memahami seluruh anggota keluarga pasangan termasuk pengasuhan dalam dua keluarga asal yang berbeda ini. Benskey mengatakan, bagaimana pengasuhan pasangan Anda akan memunculkan perbedaan atau bahkan isu serius saat Anda menikah dan memiliki anak.
7. Mengulas finansial dengan lebih terarah.
Isu finansial merupakan hal krusial yang perlu didiskusikan pasangan sebelum menikah. Bagaimana kondisi juga perencanaan finansial di masa lalu, saat ini dan masa depan. Anggaran, tabungan dan pengeluaran penting dibicarakan sebelum menikah. Tujuannya agar, isu finansial ini tak merusak hubungan pasangan menikah. Inilah pentingnya bimbingan dari konselor karena tak mudah membahas isu finansial hanya berdua saja tanpa pendamping.
8. Mengasah kemampuan berkomunikasi.
Hubungan yang sehat berangkat dari komunikasi yang baik. Bagaimana Anda dna pasangan menghadapi konflik, ini juga bergantung pada kekuatan komunikasi. Anda dan pasangan perlu saling memahami cara menerima dan memperoleh informasi. Kemampuan mendengarkan penting dimiliki pasangan menikah jika ingin memiliki hubungan yang lebih kuat. Bagaimana membangun komunikasi yang baik dengan pasangan, Anda bisa mencari bantuan atau mengasahnya melalui konseling pranikah.
9. Mengurangi risiko perceraian.
Studi pada 2006 oleh Stanley and Amato, mencatat pasangan yang menjalani konseling pranikah, kecil kemungkinannya bercerai (31 persen). Faust menyebutkan, konseling pranikah mengurangi risiko perceraian dari 50 persen menjadi 20 persen.
10. Meningkatkan kepuasan pernikahan.
Konseling pranikah membantu pasangan mengkomunikasikan juga mengidentifikasi kekhawatiran mereka, hasrat, keyakinan, nilai, mimpi, kebutuhan dan beban hidup lainnya yang kebanyakan dihindari atau diabaikan. Faust mengatakan, konseling pranikah justru memberdayakan pasangan untuk mendiskusikan sumber masalah dalam pernikahan sebelum mereka masuk ke jenjang hubungan ini.  Cara ini membantu meningkatkan stabilitas pernikahan, kebersamaan dan kepercayaan. Sehingga pasangan menikah mampu melewati masa sulit, setiap harinya dalam kehidupan pernikahan.


11. Memiliki kemampuan menyelesaikan konflik.
Sekali lagi, hubungan yang sehat berawal dari komunikasi yang baik. Masalah apa pun yang terjadi dalam hubungan berpasangan, termasuk pernikahan berakar dari masalah komunikasi. Selain rendahnya kemampuan pasangan mencari solusi masalah dan menyelesaikan konflik. Anda dan pasangan bisa belajar cara berkomunikasi yang baik dan meningkatkan kemampuan menyelesaikan konflik, sebelum menikah melalui konseling pranikah.
E.     Pihak Yang Mengikuti Konseling Pranikah
`     Oleh karena konseling pranikah didasarkan pada sudut pandang preventif, maka konseling pranikah baik diikuti oleh pasangan yang hendak menikah dan tidak memiliki masalah berarti dalam hubungan mereka. Jadi, tidak harus pasangan yang memiliki masalah serius dalam hubungan mereka.
  1. Materi Konseling Pranikah
·         Memberikan informasi mengenai kehidupan pernikahan kepada pasangan
·         Meningkatkan kemampuan komunikasi pasangan
·         Mengembangkan keterampilan menyelesaikan konflik
·         Memberi kesempatan pada pasangan untuk mendiskusikan mengenai
topik tertentu yang sensitif, seperti mengenai peran dan tanggung jawab
suami-istri, seks, keuangan, dan hubungan dengan mertua
       Ahli kejiwaan, dr Ratna Mardiati, SpKJ, dari Klinik Angsamerah menjelaskan, perempuan dan laki-laki bisa memilih apa yang ingin dibicarakan dalam konseling pranikah. Umumnya ada tiga hal yang akan dikomunikasikan.
       Jika pasangan memilih untuk membicarakan soal uang dan cara mengelolanya, profesional membantu pasangan mengenali kebutuhan. "Pembicaraan soal uang tidak akan membahas hingga nilai rupiah, tetapi lebih bicara berapa bagian untuk keluarga dan sejauh mana uang boleh digunakan untuk pengembangan setiap individu," ujar dr Ratna saat acara bincang-bincang bertema "Sex, Love and Human Brain" beberapa waktu lalu.



       Meski sudah menikah nantinya, setiap individu tetap menjadi dirinya dan tidak selamanya atau semuanya menempel dalam relasi hubungan pernikahan. Kegiatan apa saja yang boleh dijalankan untuk diri sendiri, keluarga, dan kehidupan berpasangan juga kerap dibahas dalam konseling pranikah. Pemahaman yang dibangun sejak awal melalui konseling pranikah akan membuat dua individu berbeda bisa lebih memahami kebutuhan masing-masing.
       Setiap individu, Anda atau pasangan, berkeinginan untuk mengembangkan potensi diri. Suami atau istri ingin mengejar pendidikan lebih tinggi, misalnya, atau berbagai pencapaian lain yang ingin diwujudkan setiap individu. Perencanaan ke depan untuk pengembangan diri juga menjadi pembahasan dalam konseling pranikah. "Jika ada kesepakatan pada awal, tidak akan timbul friksi ke depannya. Atau setidaknya pasangan dapat bermusyawarah agar relasi lebih baik," tutur dr Ratna.
G.    Persoalan yang berkaitan dengan konseling pranikah
  1. Cinta dan Komitment
Cinta merupakan salah satu syarat untuk melanjutkan kejejenjang pernikahan, karena sebahagian orang mengatakan bahwa cinta adalah anugrah yang harus dijaga keeksistensiannya, sebab pernikahan yang tidak didasari atas dasar cinta, maka pernikahan itu akan mengalami kehancuran yang menyebabkan pertengkaran, perpisahan yang berdampak pada psikis sang anak. Namun,meskipun tidak keseluruhannya didasari cinta maka persoalan ini bisa diatasi dengan memberikan kehangatan,perhatian,kepercayaan dari kedua belah pihak. Karena cinta itu bisa tumbuh dengan beriringnya waktu berjalan.
Persoalan yang sering kali dihadapi oleh para dewasa muda atau para remaja akhir yang sedang mempersiapkan diri menghadapi hidup berkeluarga adalah “Bagaimana mengetahui kalau saya telah benar-benar jatuh cinta. Sahabat, banyak literatur yang mendefinisikan dari berbagai sisi. Cinta memiliki banyak perspektif. Tergantung dari sudut pandang masing-masing orang. Yang jelas dalam realitasnya, cinta mampu mengintervensi pola pikir kita, perasaan sampai tindakan. Cinta, meski sifatnya universal, namun juga punya unsur kemelekatan. Nah yang satu ini sering dijelaskan dalam buku-buku spiritual maupun dalam komunitas spiritual. Yang salah satu misi humaninya adalah, mencerahkan pandangan hidup seseorang. Termasuk urusan cinta. Banyak anggota komunitas punya problem cinta tak terselesaikan. Dan mencoba mencari solusinya pada sang Suhu bagaimana mencintai dengan damai dan membebaskan. Tak terjebak dalam nuansa kemelekatan yang bagi sebagian orang bisa jadi sangat mempengaruhi seluruh hidupnya. Mereka tak selalu berpaling pada konteks ajaran agama. Cinta memang tak mungkin disalahkan, kita yang tak cukup bijak menyikapinya.
Ahli mengisyaratkan (L. Kirkendall) adanya perasaan yang menyerupai cinta tapi itu bukan cinta yaitu antara lain:
  • Mendapat kesenangan dalam pacaran
  • Adanya kebanggaan
  • Daya tarik seksual
  • Keinginan memberontak
  • Pemberian hadiah
  • Nafsu untuk menjaga”gengsi”
Pengertian cinta menurut beberapa ahli yaitu:
            Charlie W Shedd,Cinta muncul dari persahabatan, kencan,tawa bersama, seks, saling memberikan ketenanangan L. Saxton (1969),Cinta alturisme,seksual dan romantis. Sorokin (1961),cinta memeiliki “enersi”yang meskipun berbeda dengan apa yang dimiliki oleh pisis namun enersi cinta menimbulkan suatu sifat kreatif yang amat kuat,mengandung sifat rekreatif dan menagandung kekuatan yang mengobati (therapeutic power).
            Komitment dapat diartikan sebagai janji,dimana janji yangdimaksud adalah janji akan kekuatan cinta.Dengan adanyanya janji dalam menjalin hubungan proses pranikah yang tidak mendapatkan kekuatan yang kuat maka akan bisa menjadi terwujud demi tercapainya pernikahan.
Macam-macam komitment:
Komitmen Mendekat
Komitmen Anda adalah komitmen mendekat jika Anda berkomitmen karena percaya bahwa dengan terus melanjutkan hubungan maka hidup akan lebih bahagia. Jadi, Anda berkomitmen karena mendapatkan hal-hal positif dari hubungan cinta yang dijalani. Anda puas, Anda bahagia, maka Anda berkomitmen
Komitmen Menghindar
Komitmen Anda adalah komitmen menghindar jika Anda berkomitmen karena khawatir akan mendapatkan hal-hal negatif jika hubungan berakhir. Terdapat dua tipe orang yang memiliki komitmen menghindar. Pertama, orang yang memiliki perasaan bahwa dirinya seharusnya (ought to) melanjutkan hubungan karena secara moral harus begitu. Misalnya tidak bercerai karena diharamkan agama atau khawatir anak-anak akan terlantar. Mereka berkomitmen berdasarkan prinsip “saya tidak melakukan apa yang saya inginkan tapi saya melakukan apa yang saya rasa baik dan benar untuk dilakukan”.  Jadi, jika berpisah itu tidak baik, maka tidak berpisah meskipun sebenarnya ingin berpisah.
            Pernyataan komitmen menghindar Kedua, orang yang memiliki perasaan bahwa dirinya harus (have to) melanjutkan hubungan karena tidak sanggup untuk berpisah. Mereka waswas akan sangat menderita jika terjadi perpisahan. Mereka khawatir bakal sulit mendapatkan pengganti sepadan. Mereka takut kehilangan sumber finansial. Mereka cemas dikecam keluarga. Orang yang memiliki tipe komitmen menghindar ini pada umumnya memiliki kepuasan hidup yang rendah.
  1. Masalah Seks
Untuk menimbulkan gairah seks dapat ditempuh dengan cara sebagai berikut:
  • Melihat gambar-gambar atau mendengar cerita yang mengarah pada seksual
  • Dengan bau-bauan yang merangsang
  • Persentuhan langsung anggota badan wanita dan pria
  • Melihat secara langsung
  • Fikiran atau pantasi yang tertuju pada masalah koitus akan membangkitkan gairah hubungan seksual
Hal-hal yang menjadi masalah seks adalah sebagai berikut:
  1. Ejakulasi prematur: yaitu keadan seorang pria telah mencapai puncak dengan hubungan seksual yaitu keluar mani sebelum dikehendaki. penyebabnya antara lain
  • Kebiasaan melakukan hubungan seks sebelum perkawinan
  • Adanya rasa cemas
  • Adanya perasaan bersalah
  • Pendidikan masa kecil yang tidak tepat
Cara mengatasinya yaitu dengan cara:
§   Mengurangi masuknya stimulus seks    
  • Mengurangi gesekan langsung antara penis dan vagina
  • Bisa menggunakan kondom
  • Foreplay yang tidak perlu lama
  • Menggunakan tenik-teknik tertentu
  1. Impotensi; yaitu tidak dapatnya organ genetal pria untuk berfungsi secara normal dalam melakukan seksual. Penyebabnya antara lain:
  • Faktor psikologis
  • Faktor obat-obatan
  • Faktor fisiologis
  1. Frigiditas; yaitu dimana keadaan wanita tidak mamapu menimbulkan atau mempertahankan dorongan seksual dalam arti tidak memiliki minat dalam hubungan seksual atau koitus. Penyebabnya antara lain:
  • Faktor psikologis
  • Faktor obat-obatan
  • Faktor fsiologis
Cara mengatasinya yaitu dengan cara seperti mengatasi impoten yang terjadi pada pria, namun ini terjadi pada wanita, cara mengatasinya tentu dengan cara melihat penyebabnya yaitu tidak terlepas dari tindakan dokter.
Langkah-langkah sebelum berhubungan antara lain:
  • Peluklah pasangan dengan mesra. Anda juga bisa bermanja-manja sambil mengelus dadanya, mencium pipinya, dan sebagainya. Lakukan aktivitas ini selama 5-10 menit. Bukalah obrolan ringan yang menyenangkan diselingi canda dan tawa. Ini akan menjadikan suasana lebih hangat dan terjalin kedekatan emosional. Tapi hati-hati dengan humor yang dilontarkan, ya, jangan sampai menyinggung dirinya. Apalagi mengkritik aksinya di tempat tidur. Bisa-bisa dia langsung kehilangan selera.
  • Ekspresikan perasaan sayang Anda pada pasangan, dengan melakukan gerakan mengusap, memijat, atau hal lainnya. Selingi dengan ucapan-ucapan mesra yang membuat dia merasa dicintai.
  • Potonglah buah, seperti mangga, jeruk, atau stroberi. Kemudian Anda dan pasangan bisa saling menyuapi potongan buah tersebut. Kalau tidak ada buah, camilan lain pun oke. Siapkan sebelumnya di samping tempat tidur.
  • Jangan rusak suasana yang romantis dengan mengeluh tentang masalah yang sedang Anda hadapi. Tentang menyebalkannya bos di kantor, tagihan kartu kredit yang membengkak, cicilan utang, dan sebagainya. Bila pasangan yang mulai mengangkat masalah ini, segera alihkan pembicaraan ke hal-hal yang menyenangkan.
  • Akhiri aktivitas ini dengan mandi bersama. Siraman air hangat yang membasahi tubuh Anda dan pasangan efektif membuat tubuh lebih relaks. Jangan lupa lakukan gerakan saling memijat, dijamin tubuh menjadi segar kembali. Siapa tahu, setelah itu pasangan malah siap beraksi ke ronde selanjutnya
  1. Konflik pribadi
Pada proses pengenalan masalah pra nikah terungkap ada 6 problem sebelum nikah, yaitu:
1)      Ekonomi
Problem ekonomi seringkali menjadi masalah serius pasangan yang akan melangsungkan pernikahan. Tidak hanya biaya untuk melangsungkan pernikahan tetapi bianya terkait resepsi pernikahannya. Karena problem ekonomi ini seringkali pasangan calon pengantin tidak berani memutuskan untuk menikah.
2)      Pasangan belum bekerja
Problem yang terkait dengan persoalan ekonomi juga yaitu masalah pasangan yang belum bekerja tapi sudah ngebet pengen menikah. Pasangan yang belum mempunyai pekerjaan seringkali menjadi problem ketika ingin melangsungkan pernikahan. Ada kekhawatiran tidak bisa menghidupi keluarga selama pernikahan.
3)      Hamil di luar Nikah
Pergaulan pasangan yang tidak terkontrol seringkali mengakibatkan hamil di luar nikah (kehhamilan tidak diinginkan). Problem muncul ketika laki-lakinya tidak bertanggungjawab, salah satu pasangannya masih sekolah dan persoalan-persoalan lain yang mengikutinya.
4)      Terlambat menikah
Jodoh adalah rahasia Allah. Tidak semua orang mudah mendapatkan pasangan atau karena terlalu sibuk bekerja atau menempuh pendidikan sehingga melupakan pernikahan. Usia-usia yang mestinya menikah terlewat begitu saja sehingga mengalami kesulitan mencari pasangan ketika usia seudah semakin bertambah.
5)       Status palsu
Problem yang sering muncul pra nikah yang lain adalah adanya status palsu, mengaku perjaka ternyata punya anak enam misalnya atau masih terikat pernikahan dengan perempuan lain. Problem ini berpotensi mengakibatkan banyaknya praktik pernikahan poligami dan pernikahan sirri.


6)      Minim pendidikan seks
Problem yang lain adalah minimnya pendidikan seks. Problem ini mengakibatkan adanya pernikahan dini, tidak mengetahui organ reproduksi diri sendiri, hak-hak seksual pasangan, kesehatan reproduksi pasangan, tidak mengetahui alat kontrasepsi, masa subur dan persoalan kesehatan reproduksi lainnya.
 KESIMPULAN
1.      Konseling pranikah (premarital counseling) merupakan upaya untuk membantu calon suami dan calon istri oleh seorang konselor profesional, sehingga mereka dapat berkembang dan mampu memecahkan masalah yang dihadapi
2.      Tujuan dan manfaat konseling pranikah ialah untuk meningkatkan hubungan sebelum pernikahan sehingga dapat berkembang menjadi hubungan pernikahan yang stabil dan memuaskan.
3.      Konseling pranikah baik diikuti oleh pasangan yang hendak menikah dan tidak memiliki masalah berarti dalam hubungan mereka.
4.      Materi konseling pernikahan adalah tentang keuangan, pembagian waktu dan perencanaan ke depan.
5.      Konflik yang terjadi saat konseling pra nikah, antara lain; cinta dan komitmen, ekonomi, masalah seks, dan konflik pribadi.
 DAFTAR PUSTAKA
Rahman, Z. 2012. Konseling pra nikah. Diakses pada 13 Januari 2013.

Santi, 2011. Konseling pra nikah. Diakses pada 13 Januari 2013. http://santibarlian.blogspot.com/2011/02/konseling-pra-nikah.html

Sugandi, N. 2008. Konseling pra nikah bagi mahasiswa di perguruan tinggi melalui Pendekatan kelompok. Skripsi. Jurusan psikologi pendidikan dan bimbingan. Fakultas ilmu pendidikan, Universitas pendidikan indonesia.

YLSA. 2012. Pelayanan Konseling Pernikahan. Diakses pada 13 Januari 2013.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar